Cari Tahu Semuanya

Mari Mengenal Dermatitis Atopik Lebih Dekat

Saat mendengar istilah Atopic Dermatitic ataupun Dermatitis Atopik, mungkin banyak orang yang akan bertanya-tanya. Penyakit apa itu? Karena umumnya banyak orang yang mengenal penyakit tersebut sebagai eksim.

Dermatitis Atopik atau eksim merupakan penyakit kelainan kelainan kulit dimana kulit tampak meradang dan iritasi. Biasanya terjadi di bagian tangan dan kaki atau di bagian lipatan-lipatan tubuh. Gejala penyakit ini pertama kalinya akan ditandai dengan rasa gatal di malam hari, ketika penderita masih bayi atau kanak-kanak. Penyakit ini sendiri merupakan penyakit keturunan yang diturunkan dari orang tua yang memiliki asma ataupun riningitis alergi.

Karena penyakit keturunan, maka Dermatitis Atopik ini tidak dapat disembuhkan dengan sempurna. Namun bisa dicegah kekambuhannya dengan menghindarkan pemicunya. Kira-kira, apa saja yang dapat memicu kekambuhan Dermatitis Atopik?

  1. Makanan
    Makanan yang dapat memicu kekambuhan Dermatitis Atopik antara lain: Ikan, daging, telur, kacang-kacangan dan seafood.
  2. Stress
    Stress juga dapat memicu kekambuhan Dermatitis Atopik. Karenanya, kelola stress dengan bijak.
  3. Sabun, deterjen dan pewangi
    Khusus bagi penderita Dermatitis Atopik, sebaiknya hindari penggunaan sabun, deterjen ataupun produk-produk perawatan kulit yang dapat memicu Dermatitis Atopik
  4. Pakaian, selimut dari bahan wol
  5. Debu dan serbuk sari
  6. Kulit kering
  7. Cuaca panas

Untuk mencegah kekambuhan Dermatitis Atopik, gunakan Atopiclair Cream atau lotion non steroid yang telah sejak lama direkomendasikan oleh para Ahli Kesehatan. Gunakan Atopiclair setiap selesai mandi untuk menjaga kelembapan kulit dan mencegah kekambuhan Dermatitis Atopik. Selain aman untuk orang dewasa dan anak-anak, Atopiclair juga aman digunakan untuk bayi. Teman Atopiclair bisa mendapatkannya di berbagai apotek Kimia Farma, K-24, Century ataupun berbagai apotek lainnya dan RS, Teman Atopiclair ☺

 

Ref :

  1. Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia. 2014. Panduan Diagnosis dan Tatalaksana Dermatitis Atopik di Indonesia. Jakarta. Centra Communications
  2. Siegfried EC, Hebert A. Diagnosis of Atopic Dermatitis: Mimics, Overlaps, and Complications. J Clin Med. 2015;4:884-917
  3. Atopiclair product monograph