Cari Tahu Semuanya

Kenali Aeroallergen, Pemicu Dermatitis Atopik yang Ada di Udara

Dermatitis atopik disebabkan banyak pemicu, dan nampaknya kita harus lebih waspada dengan aeroallergen, pemicu dermatitis atopik di udara. Berikut faktanya!

  • Aeroallergen yang umum adalah tungau debu, serbuk sari, jamur, dan bulu dari bulu atau kulit hewan.
  • Aeroallergen ini, terutama tungau debu rumah, dapat memperburuk gejala dermatitis atopik pada beberapa orang.
  • Meskipun beberapa peneliti berpikir bahwa aeroallergen merupakan faktor penyebab penting untuk dermatitis atopik, yang lain percaya bahwa aeroallergen tidak signifikan.

Tidak ada tes yang dapat diandalkan yang menentukan apakah aeroallergen spesifik merupakan faktor yang memperburuk pada individu tertentu. Jika dokter mencurigai bahwa aeroallergen berkontribusi pada gejala pasien, dokter mungkin merekomendasikan cara untuk mengurangi paparan faktor penyebab. Misalnya, keberadaan tungau debu rumah dapat dibatasi dengan membungkus kasur dan bantal dengan penutup khusus anti debu, sering mencuci alas tidur dengan air panas, dan melepas karpet. Namun, tidak ada cara untuk sepenuhnya menghilangkan lingkungan dari aeroallergen.

Sehingga diharapkan Anda selalu waspada ya dengan pemicunya yang sudah dimana-mana. Namun jangan khawatir. Anda dapat menggunakan rangkaian Atopiclair cream dan lotion bersifat non-steroid yang diformulasikan khusus untuk penderita dermatitis atopik.

Terbuat dari bahan alami seperti ekstrak biji anggur dan shea butter, Atopiclair aman digunakan dalam jangka panjang.

Atopiclair cream cocok meredakan gejala dengan cepat untuk lesi yang terlokalisir atau area kecil. Atopiclair cream memiliki konsistensi lebih pekat sehingga cocok pada saat terjadi kekambuhan. Sedangkan Atopiclair lotion sifatnya untuk maintenance dan memberikan proteksi pada area yang lebih luas. Lotion ini memiliki konsistensi lebih cair sehingga cocok digunakan pada saat remisi untuk mengurangi kekambuhan. Keduanya dapat digunakan di seluruh tubuh dan dapat dikombinasikan dengan preparat topikal lainnya yang diresepkan dokter.

Atopiclair friends bisa membelinya di berbagai apotek Kimia Farma, K-24, Century ataupun apotek lainnya dan Rumah Sakit. Serta terlah tersedia pula di Menarini Official Store di e-commerce terkemuka Indonesia meliputi Shopee, Tokopedia, Lazada dan Blibli.

Tetap jaga kesehatan kulit dengan Atopiclair ya, Atopiclair friends!

Sumber:

Medicine.net https://www.medicinenet.com/atopic_dermatitis/article.htm

Sumber jurnal meliputi:

  • Bieber, Thomas. “Atopic Dermatitis.” New Engl J Medicine358 (2008): 1483-1494.
  • Brodská, Petra, et al. “IgE-Mediated Sensitization to Malasseziain Atopic Dermatitis: More Common in Male Patients and in Head and Neck Type.” Dermatitis3 May/June 2014: 120-126.
  • Darsow, U. “Allergen-specific immunotherapy for atopic eczema: updated.” Curr Opin Allergy Clin Immunol6 Dec. 2012: 665-669.
  • Eichenfield, Lawrence F., et al. “Guidelines of care for the management of atopic dermatitis: section 1. Diagnosis and assessment of atopic dermatitis.” J Am Acad Dermatol2 Feb. 2014: 338-351.
  • Eichenfield, Lawrence F., et al. “Guidelines of care for the management of atopic dermatitis: section 2. Management and treatment of atopic dermatitis with topical therapies.” J Am Acad Dermatol1 July 2014: 116-32.
  • Eichenfield, Lawrence F., et al. “Guidelines of care for the management of atopic dermatitis: section 3. Management and treatment with phototherapy and systemic agents.” J Am Acad Dermatol2 Aug. 2014: 327-49.
  • Eichenfield, Lawrence F., et al. “Guidelines of care for the management of atopic dermatitis: Section 4. Prevention of disease flares and use of adjunctive therapies and approaches.” J Am Acad Dermatol6 Dec. 2014: 1218-33.
  • Gooderham, Melinda, et al. “Review of Systemic Treatment Options for Adult Atopic Dermatitis.” Journal of Cutaneous Medicine and Surgery2016: 1-9.
  • Guttman-Yassky, E., et al. “Dupilumab progressively improves systemic and cutaneous abnormalities in patients with atopic dermatitis.” J Allergy Clin Immunol1 Jan. 2019: 155-172. doi: 10.1016/j.jaci.2018.08.022.
  • Nomura, Takashi, and Kenji Kabashima. “Advances in Atopic Dermatitis in 2015.” J Allergy Clin Immunol6 December 2016: 1548-1555.
  • National Eczema Association. <http://www.nationaleczema.org/>.
  • Visser, Maaike J., et al. “Filaggrin loss-of-function mutations and atopic dermatitis as risk factors for hand eczema in apprentice nurses: part II of a prospective cohort study.” Contact Dermatitis3 Mar. 2014: 139-150.